BERNAS NASIB PAK PAERUN Mengabdi 20 Tahun Dipecat Semena-mena *Paerun Mengadu ke DPRD Sleman Sleman, Bernas Malang benar nasib Paerun (77), bekas penjaga SMP II Selobonggo, Bangunkerto, Turi, yang dipecat dengan tidak hormat setelah mengabdikan diri- nya selama 20 tahun dengan gaji Rp 20 ribu per bulan. Bahkan sebelum dipecat dirinya sempat dituduh mencuri peralatan sekolah, dan harus menjalani pemeriksaan selama sehari di Mapolsek setempat. Selain itu, warung kecil miliknya di SMP setempat yang dibangun dengan uangnya sendiri, dibongkar paksa. Ditemani istrinya tercinta, Ny Sobingah, Paerun yang saat ini hanya men- ggantungkan hidupnya dari pensiunan veteran, Kamis (21/6) mendatangi kantor dewan Sleman. Kepada Komisi E yang menerimanya, dia hanya memasrahkan nasib dan masalahnya agar bisa cepat selesai. Kepada Bernas Paerun mengatakan, kedatangannya ke DPRD selain bersilatu- rahmi dan lebih mengenal wakil rakyatnya, dia juga ingin agar SK yang diberikan kepadanya oleh kepala sekolah SMP setempat, bisa dijalankan sebagai- mana mestinya. Paerun sempat menunjukkan SK yang diberikan kepadanya sebagai pesuruh SMP bernomor 149/I.13.5/AMP.21/C.1996, yang diantaranya berisi, kalau dirinya sudah tidak sanggup menunaikan tugas, maka akan dilimpahkan pada anaknya bernama Muhamad Soleh Mustafa. "Saat ini, kami tidak punya apa-apa lagi, sehingga berharap agar bapak dewan mau memperhatikan nasib kami. Satu-satunya sumber nafkah kami adalah pensiunan veteran, karena warung kami di SMP itu sudah dirobohkan. Kami mohon SK yang diberikan pada saya benar-benar dijalankan, sehingga anak saya bisa menggantikan saya jadi penjaga sekolah itu," kata Paerun dalam bahasa Jawa halus. Menurutnya, dia rela dipecat sebagai pesuruh SMP asal tidak disia-siakan seperti saat ini, apalagi dituduh mencuri mesin ketik dan merusak halaman se- kolah seperti yang dituduhkan beberapa pihak. "Kalau mau memecat saya, silakan, saya rela. Tapi kalau menuduh saya mencuri, saya tidak rela, karena pengorbanan saya di SMP itu sangat besar. Apalagi, warung yang saya bangun dengan keringat saya sendiri dibongkar tanpa pemberitahuan lebih dulu kepada saya," kata Paerun sambil menambahkan, saat ini SMP setempat sudah mempunyai penjaga sekolah yang baru. Menanggapi keluhan Paeran itu, anggota Komisi E, Endang S Totok Baroto mengatakan, selain akan mengecek ke lapangan juga akan memanggil kepala SMP bersangkutan. "Secepatnya kami akan menyelesaikan masalah ini. Kami akan mengencek ke lapangan dan memanggil kepala sekolah bersangkutan," katanya.(sig) ns serif,
1 comment:
assalamu'alaikum
salam ketemu lg tok,
iseh kenal aku ra tok? aku seko kelas 3b, awake dewe seangkatan lho, tp aku ra terkenal koyo kowe he.. he.. he..
nek ra kelingan or ra kenal blas yo wis thanks
Post a Comment